Pernahkah anda berfikir? Diluar sana ada seorang pria yang sangat mencintai anda, walaupun pada awalnya anda tidak mencintai dia, anda mencoba untuk mencintai. Setelah menjalani itu, anda tidak merasa bahagia. Namun, ia tetap mencintai anda. Anda berusaha memberikan pengertian, menolak secara halus. Karena anda merasa terbebani dengan cinta itu.
Anda merasa bahwa cinta itu beban bila anda tidak tidak bisa membalas cinta itu. Anda tidak bahagia atau bahkan ingin menangis mengingat adanya cinta itu. Cinta yang terlalu dalam untuk anda selami. Walaupun cinta itu mengaku cinta, tapi dia tidak pernah melihat sisi anda yang sebenarnya. Anda selalu berpikir, aku tidak sehebat itu untuk menerima cinta yang terlalu dalam ini.
Saat ini saya sedang dalam kondisi itu. Saya lelah dia terus menghantui hidup saya. Akhirnya saya putuskan untuk memberinya harapan. Lalu saya akan tunjukkan adanya diri saya. Saya bukanlah orang seistimewa itu untuk mendapatkan taburan cinta yang gemerlap. Apakah saya akan menyakitinya? Entahlah, tak ada jalan lain yang bisa saya pikirkan saat ini.
Saya tidak ingin cinta itu. Cinta yang ditaburi serpihan emas. Tidak. Saya tidak menginginkan cinta itu. Yang saya inginkan hanyalah, cinta bunga. Seperti bunga sakura, ringan, lembut namun tetap menyentuh.
Pada akhirnya, saya hanya ingin minta maaf. Karena tak bisa menerima cinta itu. Saya hanya berharap, saya dan kamu akan mendapat kebahagiaan masing-masing...
Anda merasa bahwa cinta itu beban bila anda tidak tidak bisa membalas cinta itu. Anda tidak bahagia atau bahkan ingin menangis mengingat adanya cinta itu. Cinta yang terlalu dalam untuk anda selami. Walaupun cinta itu mengaku cinta, tapi dia tidak pernah melihat sisi anda yang sebenarnya. Anda selalu berpikir, aku tidak sehebat itu untuk menerima cinta yang terlalu dalam ini.
Saat ini saya sedang dalam kondisi itu. Saya lelah dia terus menghantui hidup saya. Akhirnya saya putuskan untuk memberinya harapan. Lalu saya akan tunjukkan adanya diri saya. Saya bukanlah orang seistimewa itu untuk mendapatkan taburan cinta yang gemerlap. Apakah saya akan menyakitinya? Entahlah, tak ada jalan lain yang bisa saya pikirkan saat ini.
Saya tidak ingin cinta itu. Cinta yang ditaburi serpihan emas. Tidak. Saya tidak menginginkan cinta itu. Yang saya inginkan hanyalah, cinta bunga. Seperti bunga sakura, ringan, lembut namun tetap menyentuh.
Pada akhirnya, saya hanya ingin minta maaf. Karena tak bisa menerima cinta itu. Saya hanya berharap, saya dan kamu akan mendapat kebahagiaan masing-masing...

